Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan Indonesia
harus tegas memberantas maling-maling ikan. Ia menilai, hal ini bukan
urusan hubungan bilateral antar negara. Tapi urusan Indonesia dengan
pelaku pencuri yang maling ikan di laut Indonesia. (Jokowi Ancam Pencuri Ikan, Ini Respons Thailand)
"Jadi
kita harus berani. Jangankan Cina, Thailand sama Amerika sekali pun,
kalau mereka maling ya harus kita lawan," kata Susi di hadapan para
nelayan budi daya dan nelayan tangkap di Desa Sigam, Kotabaru, seperti
dilaporkan kantor berita Antara, Senin, 15 Desember 2014. (Ryamizard: Pencurian Ikan Puluhan Tahun Didiemin)
Susi
mentargetkan beberapa tahun ke depan Indonesia akan terbebas dari
penjarahan ikan oleh kapal asing yang selama ini mengeruk kekayaan laut
nasional. "Karena itu perlu tindakan tegas untuk menangkap mereka tanpa
harus takut dengan negara asal mereka," Susi menambahkan. (Susi Giatkan Pengadilan Perikanan, tapi Begini Faktanya)
Ia
menjelaskan selama ini banyak kapal asing masuk Indonesia,
bertahun-tahun mengeruk kekayaan di dalamnya. "Ini yang harus
diberantas." (JK: Tembak Langsung Kapal Pencuri Ikan!)
Susi
menjelaskan dampak nyata dari sikap tegas yang dilakukan dengan
menangkap dan menenggelamkan kapal asing. Dari hari ke hari jumlah
mereka terus berkurang. Di perairan Natuna misalnya, dari 1.200 kapal
asing yang selama ini leluasa mengeruk ikan Indonesia, kini tinggal 138
kapal saja yang terpantau. (Amerika Dukung Menteri Susi Tenggelamkan Kapal)
Susi
menyebut berbagai modus yang dilakukan kapal asing besar (di atas 200
GT). Mereka berasal dari Cina dan Thailand, tapi memakai nama dan
bendera Indonesia untuk mengelabui.
"Kementerian Kelautan dan
Perikanan berkoordinasi dengan TNI dan Polri memburu mereka.
Alhamdulillah dari hari ke hari mereka bisa diusir dan ditangkap, bahkan
tadi pagi saya mendapat sms dari panglima laut telah menangkap lagi
kapal asing di Natuna," ujarnya. (Ini Modus Mafia Pencurian Ikan di Natuna)
Susi Pudjiastuti,Jangankan Cina, Amerika pun Kita Lawan
Posted by Harian Sinar Indonesia Baru on Selasa, 16 Desember 2014
| CB Blogger |
|
Label:
Hukum,
Politik,
Susi Pudjiastuti

Posting Komentar