Untuk memutus mata rantai PNS nakal di lingkungan kerjanya, Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) di Jakarta akan dirotasi. Cara itu dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, .
Ahok,
sapaan Basuki, yakin banyak PNS yang tak terima dengan keputusannya
ini. Bagi yang sakit hati atas kebijakan ini, Ahok mempersilakan mereka
gabung ke ormas Front Pembela Islam (FPI) yang tak pernah bosan demo
menolak kepemimpinannya.
"Kalau ada yang sakit hati, enggak
apa-apa ikut saja bareng orang-orang yang demo. Kayak FPI kan kurang
orang (kalau berdemo), nah kamu ikut saja," katanya dalam Talkshow
Strategi Tata Kelola Anggaran Efektif di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis
(11/12).
Ahok menambahkan, selama ini banyak pejabat berprestasi
yang tidak mendapatkan posisi tepat karena terhalang oleh sistem
birokrasi. Perombakan ini berlaku untuk eselon dua, tiga, dan empat.
"Saya sih pakai teori sederhana, stafkan saja orang yang macam-macam di DKI," tegas mantan Bupati Belitung Timur ini.
Selama
ini, Pemprov DKI Jakarta hanya memberlakukan sistem jenjang jabatan, di
mana seorang staf baru bisa naik jabatan bila mendapatkan promosi dari
atasan atau satuan kerjanya. Dia mengatakan, perekrutan dan pencopotan
pejabat di DKI berdasarkan Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN)
merupakan kewenangan Kepala Daerah.
"Undang-undang ASN mengatakan pencopotan jabatan eselon merupakan hak prerogatif Kepala Daerah," tutupnya.
Ahok, PNS yang sakit hati silahkan gabung ke FPI
Posted by Harian Sinar Indonesia Baru on Jumat, 12 Desember 2014
| CB Blogger |
|

Posting Komentar