Misteri pembongkaran dan hilangnya jasad dari empat kuburan di Jalan
Suryadi, Kampung Agas, Pasar 5, mulai menebar teror. Ketua adat Kampung
Agas, Syahrum Lubis (75) mendapat kiriman kepala seekor anjing yang
dibungkus menggunakan kain kafan dan bertuliskan pesan mengancam.
Temuan kepala anjing dengan pesan ancaman yang ditulis menggunakan
darah itu sontak membuat warga Kampung Agas heboh, Rabu (10/12)
dinihari.
“Isi tulisanya itu ‘awas, hati-hati’ dan kepala
anjingnya dibalut pakai kain kafan kayak kepala manusia gitu lah,”
ungkap Syahrum dan beberapa warga Kampung Agas, Rabu (10/12).
Berdasarkan keterangan saksi mata, Dede (34) dan Yono (53), kiriman
kepala anjing tersebut ulah sekelompok orang tak dikenal. Sekira pukul
02.40 wib, keduanya melihat sekelompok orang menggunakan senjata tajam
menyambangi kediaman Syahrum.
Orang-orang yang datang menggunakan mobil jenis Avanza dan Taft Rocky
itu tepat berhenti di depan rumah petuah adat mereka. Menyaksikan hal
tersebut, Dede dan Yono yang sedang asik memancing dan menombak ikan di
parit, tak jauh dari jalan Suryadi di Desa Sampali Kampung Agas, memilih
menghubungi warga.
Berselang tak lama puluhan warga keluar rumah dengan menenteng
senjata tajam. Mengetahui bakal ada perlawanan, orang-orang tak dikenal
yang sebagian menggunakan sebo memilih kabur.
Namun saat dicek, orang tak dikenal itu meninggalkan sebuah bungkusan
kain kafan di depan rumah Syahrum. Warga yang takut terjadi apa-apa
dengan petua adapt mereka, langsung membangunkan Syahrum dan melaporkan
temuan tersebut.
“Kepala anjingnya tepat di depan rumah pak Syahrum diletakan. Kami
lagi mancing, liat kok rame orang bawa klewang mau nyerang rumah pak
Syahrum, kami sms lah warga,” ujar Yono.
Kehadiran sekelompok orang tak dikenal dan meninggalkan bungkusan
putih berisi kepala anjing baru dipotong menurut Syahrum, ulah pihak
pengembang property yang akan merebut lahan mereka. “Udah jelas itu
teror dari pihak pengembang, siapa lagi kalau bukan mereka,” ujarnya.
Atas temuan tersebut, merebak isu jika Syahrum akan disantet pihak
pengembang yang tak senang, rencananya terhalang. Dugaan santet itu
diperkuat lagi dengan aroma kemenyan yang menyengat dari bungkusan kain
kafan itu. Hanya saja, Syahrum tak ingin menanggapi temuan itu secara
berlebihan. “Saya tidak takut dan tidak percaya, saya hanya percaya
kepada tuhan saya,” ujar Syahrum.
Sementara itu, pihak kepolisian Polsek Percut Seituan tak terlihat di
lokasi kejadian. Dan warga sendiri sudah terlanjur tak percaya dengan
pihak kepolisian. “Kami nggak percaya sama polisi bang. Kami sudah lapor
dari dulu tapi kalau sudah dijumpai pengembang, mereka pro sama
pengembang, karena dapat duit,” celoteh Ardi, warga setempat.
Menanggapi tudingan warga, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald
Sipayung Sik mengatakan kalau Polresta Medan yang menangani kasus
tersebut. “Tapi Polres yang nangani kasus itu karena laporannya di
polres,” ujar Kompol Ronald Sik
4 Kuburan di Bongkar,Ketua Adat Dikirimi Kepala Anjing Berbalut Kafan
Posted by Harian Sinar Indonesia Baru on Jumat, 12 Desember 2014
| CB Blogger |
|

Posting Komentar